Selasa, 05 Agustus 2014

Kisah kesetiaan Sepasang Burung

0 komentar
Kisah kesetiaan Sepasang BurungKesetiaan tidak hanya dimiliki oleh manusia saja, setiap makhluk hidup memiliki rasa kesetiaan sebagai anugrah dari sang pencipta, dari beberapa kisah kesetiaan selain manusia pada kali ini mencoba untuk menceritakan kisah mengharukan dari sepasang burung yang harus terpisah di karenakan salah satu dari mereka harus pergi untuk selama nya, pada kisah ini tentunya kita sebagai makhluk yang paling mulia di hadapan sang pencipta seharusnya mempunyai rasa setia yang tinggi jika di bandingkan dengan makhluk lainnya, berikut ini kisah kesetiaan sepasang burung  yang mengharukan yang di ambil dari sebuah video youtube.

kesetiaan-sepasang-burung

Pada suatu saat terdapat seekor burung betina sedang terkapar dengan tubuh yang penuh luka, seperti halnya manusia burung jantan berusaha mencari  makanan untuk di berikan kepada burung betina yang sedang terkapar, dengan kerja keras akhirnya si jantan menemukan makanan lalu membawanya dan memberikan makanan tersebut dengan kasih sayang dan kelembutan, tetapi apa yang terjadi ketika sedang berusaha member makanan kepada sang betina, tak lama kemudian si betina mati meninggalkan sang jantan untuk selama-lamanya, sang jantan sangat terpukul dengan kepergian sang betina yang sangat ia cintai, sang jantan berusaha untuk membangunkan sang betina yang sudah terkulai lemas, usaha sang jantan pun sia sia, karena memang sang betina sudah tiada.

Setelah berusaha sekuat tenaga agar bisa membangunkannya akhirnya sang jantan menyadari bahwa sang betina telah mati, sang jantan pun menangis di hadapan sang betina yang sudah mati kaku, dengan suara yang keras dan menyedihkan sang jantan berteriak seakan tak rela jika sang betina harus meninggalkannya, sambil mengeluarkan suara kesedihan tak henti-hentinya sang jantan melihat dan menatap sang betina yang sudah tiada sambil mengelilingi tubuh sang betina, menyadari akan kepergiaan sang betina dan tak akan mungkin kembali lagi sang jantan dengan setianya selalu mengeluarkan suara dan berputar-putar seakan meminta pertolongan ke pada siapapun yang berada di sekitarnya, sungguh merupakan kisah yang sangat mengharukan dan mestinya kita bisa mengambil pembelajaran dari kisah kesetiaan sepasang burung tersebut.

Kesetiaan burung jantan di atas menjadi mengingatkan kepada Cap kaki Tiga yang sudah memberikan sebuah inspirasi terselesaikannya cerita kesetiaan, memang jika di lihat dari kasat mata antara kisah burung dan cap kaki tiga tidak ada hubungannya tetapi yang harus di ketahui adalah sama-sama memiliki rasa setia yang tinggi, sudah 75 tahun Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat hadir untuk membantu meredakan panas dalam, kesetiaan selama itu bertahan hingga saat ini, maka nya tak heran jika masyarakat kita selalu memilih cap kaki tiga dalam meredakan panas dalam, mungkin hanya sampai disini cerita mengenai kesetiaan ini, hanya sekedar berbagi cerita mengharukan saja yang mungkin juga dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih, semoga kesetiaan yang telah dimiliki dapat terjaga selalu.

Read more ►

Sabtu, 08 Maret 2014

Lagi kisah besi tertusuk di kepala

0 komentar
10 Feb 2013 
Tanpa disangka-sangka, seorang remaja lelaki yang begitu bersemangat bekerja pada hari pertamanya ditimpa nasib malang.

Wang Xin, 17, mulai kerja dan latihannya pada 5 Januari di sebuah kilang di Qinghuangdao, Wilayah Hebei, Utara China

Sedang melakukan kerjanya, secara tiba-tiba sebatang besi yang tajam terjatuh dari tingkat atas kilang tersebut. mengerikan, besi itu tertusuk ke kepala Wang Xin!

Wang Xin terus di bawa ke rumah sakit kerana insiden itu boleh meragut nyawanya.

Hasil dari pemeriksaan doktor, sepanjang 3cm besi yang tajam telah menembusi otak remaja itu. Doktor telah melakukan pembedahan dan ternyata, nyawa Wang Xin masih dapat diselamatkan



Dia selamat dalam pembedahan untuk mengeluarkan besi itu. –
Read more ►

Sabtu, 28 Desember 2013

Kisah Permaisuri Yang Selalu Bersedih

0 komentar
Kisah Permaisuri Yang Selalu Bersedih - Permaisuri merupakan istri dari seorang raja. Karena menjadi istri seorang raja, pastinya kehidupan permaisuri amatlah bahagia serta berkecukupan. tetapi hal demikian tidak dialami oleh salah seorang permaisuri. Terdapat Kisah Permaisuri Yang Selalu Bersedih. Ini dia Kisah Permaisuri Yang Selalu Bersedih :

Pada jaman dahulu, ada seorang raja yang berkuasa di Cina. Raja ini memiliki semua yang dia inginkan. Dia memiliki harta, istana yang indah, kuda-kuda terbaik, prajurit-prajurit paling tangguh dan rakyat yang mencintainya. Tapi ada satu hal. Dia tidak memiliki isteri. Maka suatu hari dia mengumpulkan tujuh prajurit kepercayaannya, mengendarai kuda terkuat, dan berangkat mencari seorang isteri. Mereka pergi berbulan-bulan dan telah singgah di banyak istana dan kota, dan bertemu banyak putri-putri dan wanita-wanita cantik jelita, tapi tak ada satu pun yang membuat sang raja jatuh hati.
Photobucket

Setelah perjalanan panjang mereka tiba di sebuah danau, dan sang raja memutuskan untuk beristirahat disana dan membangun kemah untuk bermalam. Saat dia sedang menyantap makan malam dia mendengar suara samar yang berasal dari arah danau. Dia bangkit dan berjalan mendekati air. Disana dia melihat sebuah perahu yang menepi, dan diatas perahu itu ada sosok seorang perempuan. Dengan cahaya bulan dia melihat wajah wanita itu dan dia segera mengetahui bahwa dia lah wanita yang dia cari.
Photobucket

Dia memanggil prajurit-prajuritnya, dan mereka menyeberangi danau dan mendorong perahu itu ke tepian. Sang raja membantu wanita itu melangkah ke daratan dan memperkenalkan dirinya. Dia mengundang wanita itu sebagai tamu makan malamnya. Sang raja mengutarakan maksud perjalanannya, dan bertanya apakah dia mau ikut ke istana dan menjadi isterinya. Wanita malang itu berkata dengan nada menolak, "Kau ingin menikahiku, meskipun aku ini orang yang benar-benar asing bagimu?"

Raja bertahan. Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat wanita seperti dia dan dia bisa membuat sang raja sangat bangga jika dia bersedia menjadi isterinya. Dia menjanjikan kemewahan dan kenyamanan, pelayanan yang memerhatikan setiap kebutuhannya, dan kesetiaan tanpa akhir, jika dia bersedia menjadi isteri sang raja. Wanita itu menunduk, dan berkata, "Ya, rajaku, kalau begitu aku akan senang menerima lamaranmu untuk menikah."
Photobucket

Dalam perjalanan kembali ke istana, sang raja tak hentinya mengobrol dengan calon pengantinnya, tapi sang wanita justru tidak bicara banyak. Dia mengatakan bahwa namanya Jin-a, dan bahwa dia sudah berjalan jauh, tapi tidak mengatakan darimana dan mengapa. Sang raja memerhatikan bahwa Jin-a tidak pernah tersenyum, tapi dia tidak begitu peduli, berpikir bahwa perjalanan panjang mungkin membuatnya kelelahan. Dia yakin begitu mereka sampai di istana dan menikah, mood-nya akan kembali. Pernikahannya berlangsung beberapa hari setelah mereka tiba di istana, dan negara itu merayakannya selama tiga hari.

Permaisuri baru itu menjalankan tugasnya dengan baik, dan seluruh istana kagum oleh tingkah laku dan keanggunannya. Tapi tetap Jin-a tidak kunjung tersenyum. Sang raja menanyakan apa masalahnya, tapi dia menjawab bahwa semuanya baik-baik saja dan dia sangat bahagia.

Sang raja tentu saja mencoba segalanya untuk membuat permaisurinya tersenyum: dia mendatangkan pelawak dari jauh, penghibur jalanan, tapi sang permaisuri tak kunjung tersenyum. Lalu suatu hari dia punya ide yang dia yakin akan berhasil.
Photobucket

Dia menyuruh semua anggota kerajaan untuk berkumpul sore itu di markas rahasia, dan memberitahukannya bahwa musuh menyerang dan sudah tiba di gerbang!

Malam itu setelah makan malam sang raja dan permaisurinya sedang berada di kamar. Permaisuri sedang menyisir rambutnya dan raja berlatih kaligrafi, ketika tiba-tiba pintu terbuka dan seorang pengawal muncul. "Yang Mulia," dia berteriak, "ada musuh asing di gerbang, bersiap menembakkan meriam!" Sang raja melompat, tinta dan kuas di tangannya berceceran di lantai. Dia mengangkat tangannya keatas, "Dimana prajurit-prajuritku," teriaknya, "Dimana para penjaga?" Melihat ekspresi sang raja, sang permaisuri tiba-tiba tergelak. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangan, sang raja sangat gembira. Dia melompat-lompat dan mengguncang-guncangkan tangan pengawalnya. "Berhasil, berhasil! Dia tertawa! Akhirnya dia tertawa!" Akhirnya dia pun mengakui bahwa itu semua trik agar permaisurinya tertawa. Mendengar pengakuan itu, sang permaisuri pun tersenyum.
Photobucket

Hari berikutnya, sang permaisuri kembali ke sikapnya semula. Raja sekali lagi mencoba semua trik yang dia ketahui untuk membuat permaisuri tersenyum lagi tapi tidak ada yang berhasil. Beberapa hari berlalu, dan sang raja sendiri menjadi sedih, karena beranggapan bahwa mungkin ada sesuatu di masa lalu isterinya yang begitu menyedihkan sehingga sulit untuk dilupakan. Dia mengamati isterinya membaca buku puisi. Tiba-tiba terdengar suara bantingan keras, dan pintu ruangan itu terbuka, seorang pengawal muncul, berteriak, "Yang mulia, ada tentara musuh di pintu gerbang! Mereka menembaki kita dengan meriam!"

Sang raja menggeleng dan berjalan kearah si pengawal, dan berkata, "Aku tahu kau bermaksud baik, tapi cara itu sudah tidak berhasil." Sang pengawal melanjutkan, "Tidak, Yang Mulia, kali ini sungguhan!" Ternyata benar, sang raja keluar dan mendengar suara meriam menghancurkan dinding-dinding istananya; dia memanggil penjaga, tapi sudah terlambat.
Photobucket

Prajurit musuh sudah masuk ke istana, membunuh semua orang yang menghadang. Enam orang dari mereka berlari di koridor dan membunuh sang raja serta pengawal setianya. Dia membiarkan Jin-a hidup, dan pemimpin perang yang menang itu pun menjadikan dirinya raja baru negara itu dan mengakhiri pertempuran, mempersunting Jin-a sebagai permaisurinya.

sumber :http://therewillbeposts.blogspot.com/2010/08/kisah-permaisuri-yang-selalu-bersedih.html
Read more ►
 

Copyright © mari berkarya Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger