Selasa, 11 Maret 2014

Perdana Menteri ditangkap ketika mencuba meninggalkan negara ke Peranchis

0 komentar

Tribunnews.com - Selasa, 11 Desember 2012 
Cheik Mobido Diarra
Cheik Mobido Diarra dianggap berupaya menggagalkan dialog politik demokratis Mali.
Perdana Menteri Mali ditangkap ketika mencuba meninggalkan negara ke Peranchis.

Seorang juru cakap tentera kepada BBC mengatakan, Cheik Mobido Diarra dipercayai mencuba untuk menggagalkan rancangan dialog politik demokrasi.
Penahanan ini atas perintah tentera yang membantunya dalam kudeta Mac silam.

Tensi antara tentera yang memimpin kudeta dengan perdana menteri sipil ini semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
"Dia ingin meninggalkan negara setelah menghasut masalah, kata Bakary Mariko, seorang jurucakap tentera kepada Reuters.

Potensi meledak

Seorang anggota rombongan presiden mengkonfirmasikan bahawa perdana menteri telah ditangkap, demikian laporan AFP.
AFP melaporkan perdana menteri merancang ke Peranchis untuk keperluan ujian kesihatan.

Cheik Mobido Diarra memimpin pemerintahan sementara persatuan nusantara.
Dibentuk Ogos lalu dalam sebuah usaha untuk mengembalikan stabiliti pasca kudeta, yang membuat Islamik dan separatis Tuareg menguasai kawasan utara Mali.
PBB memperingatkan bahawa kawasan utara Mali sekarang sebagai salah satu sudut dunia paling berpotensi untuk meledak.

  |  Sumber: BBC Indonesia
Read more ►

Jumat, 07 Maret 2014

Kesan Buruk Pada Ekonomi Sekiranya Pengikut Kiram Dari Filipina Lancar Perang Gerila Ke Sabah

0 komentar
SHAH ALAM – Jamalul Kiram III yang mengarahkan pengikutnya yang masih bertahan di Sabah untuk melancarkan perang gerila perlu dipandang serius.
 
Bekas Panglima Tentera Darat, Leftenan Jeneral (B) Datuk Seri Zaini Mohamad Said berkata, arahan tersebut tidak mengejutkan kerana ia pasti dibuat selepas gagal dalam gerakan menuntut Sabah.

Menurutnya, mereka tiada jalan lain, maka sudah tentu Jamalul mengarahkan pengikut dan penyokong beliau di Filipina dan Sabah beralih kepada perang gerila.

 
“Jika berlaku demikian, maka masalah ancaman gerila dan keselamatan berpanjangan di Sabah. Pasukan keselamatan perlu menghapus mereka.

“Kerajaan perlu mendapat kerjasama kerajaan Filipina supaya mengharamkan Kesultanan Sulu dan mengekang pergerakan militan ke Sabah,” katanya.


Kelmarin, melalui laporan media Filipina, philstar.com, Kiram mengarahkan pengikutnya melancarkan perang gerila kerana kononnya menganggap mereka sudah berada di tanah air sendiri iaitu Sabah.

Zaini berkata, rakyat Sabah diingatkan perlu bantu pasukan keselamatan dan kerajaan dalam menghadapi tentera militan Kiram.
 
Beliau berkata, kerajaan juga perlu menguatkan pertahanan di persisiran pantai dan laut di Sabah.

“Mungkin juga perlu diwujud pasukan kawalan kampung yang bersenjata untuk bantu pasukan keselamatan.

“Rakyat mesti bersatu dan tunjuk kecintaan kepada negara,” katanya.

Menurutnya, perang gerila akan memakan masa lama kerana tentera militan Kiram tidak akan menunjukkan diri secara berdepan dan teknik serang hendap akan digunakan.
 
“Mereka mungkin melakukan kerja biasa, menghasut dan mereka memerlukan bantuan. Tentera militan Kiram perlu dihapuskan kerana khuatir jika ia berpanjangan akan memberikan kesan kepada ekonomi negara khususnya di Sabah.


“Kita perlu kawal di kawasan mudah terima musuh. Kita perlu buktikan kepada bakal musuh, kita mampu lawan dan pertahan negara," katanya.
 
Dalam perkembangan sama, ditanya sama ada Semenanjung Malaysia akan menerima kesan daripada serangan militan ini, beliau berkata, Semenanjung tidak akan diserang, tetapi ia beri kesan kepada ekonomi.

“Kita terpaksa guna banyak kos untuk biayai perang gerila. Imej dan persepsi negara terjejas kerana dianggap tidak selamat menyebabkan pelabur teragak-agak untuk melabur dan jurang pendapatan ekonomi kepada penduduk Sabah besar,” katanya.

 
Selain itu, beliau turut menasihatkan pasukan keselamatan agar kekalkan semangat, berusaha keras demi keselamatan dan kesejahteraan negara serta rakyat.

“Rakyat pula perlu bersatu padu menyokong usaha pasukan keselamatan dan kerajaan. Mereka perlu sentiasa yakin terhadap diri bahawa kita mampu menentang militan.

“Perang gerila berlaku bergantung kepada rakyat dan mematahkan serangan gerila juga 
Read more ►

Jumat, 28 Februari 2014

Hati hati Jika Datang ke Kota kota Ini

0 komentar
1. Dharavi, Mumbai-India
Terbentang lebih dari 175 hektar antara Mahim dan Sion, Dharavi muncul sebagai perkampungan kumuh terbesar di Asia dan dihuni oleh lebih dari 600.000 penduduk. Dharavi punya saingan di Orangi Town di Karachi, Pakistan yang sangat luas dan penuh sampah. Dharavi menggambarkan dengan jelas sebagai sebuah saku murah di tengah-tengah kota Mumbai yang mahal, dimana Anda bisa tinggal di sini dengan murah, cukup 4 US dollar per-bulan.

Anehnya, Dharavi ternyata juga menjadi tempat bagi berbagai industri skala kecil seperti tembikar, garmen bordir, kerajinan kulit, dan peralatan plastik. Bahkan yang tidak bisa dipercaya, total net income dari penduduk Dharavi hampir mencapai 650 juta dollar. Tapi Dharavi sama sekali bukan surga - persedian air bersih dan failitas MCK-nya sangat buruk terutama saat air pasang dan lingkungan yang tidak sehat ini mengancam kesehatan penduduknya.




2. Rocinha - Rio de Janeiro, Brazil
Berlokasi di antara distrik São Conrado dan Gávea di Rio de Janeiro, Rocinha dalam bahasa Portugis berarti lahan pertanian kecil merupakan perkampungan kumuh terbesar atau "favela" di Amerika Selatan. Posisinya di atas pinggir bukit dalam jarak satu kilometer dari pantai, Rocinha dulunya adalah perkampungan kecil yang berkembang cepat menjadi lingkungan kumuh yang padat. Tapi Anda akan menjumpainya agak sedikit lebih baik dari yang lainnya karena bangunan-bangunan di sini terbuat dari bata dan dilengkapi dengan persedian air, sanitasi, dan fasilitas umum lainnya.

Yang membuat Rocinha berpotensi sebagai lokasi berbahaya untuk tinggal adalah karena maraknya perdagangan obat-obatan terlarang di sini. Hal ini sering memicu terjadinya pertarungan antar genk belum lagi pengejaran-pengejaran oleh polisi yang membuat singgah dan tinggal di tempat ini sangat beresiko. Populasi di sini mencapai 100.000 kepala yang merupakan kelompok ekonomi bawah dengan tingkat kematian yang tinggi. Terlebih lagi, Rocinha dibangun di atas lereng bukit yang curam yang rawan longsor dan juga banjir


3. Kibera in Nairobi, Kenya
Kibera, berarti hutan dalam bahasa Nubian, merupakan tempat tinggal bagi satu juta orang, dan merupakan perkampungan kumuh terbesar di seluruh Afrika. Kebanyakan yang tinggal di sini adalah penyewa yang tidak punya hak tinggal di gubuk-gubuk yang terbuat dari tanah liat dan dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang mengambil alih Kibera. Masing-masing gubuk itu bahkan dihuni hingga 8 orang.

Hanya 20% dari Kibera yang memiliki listrik dan persediaan air bersih yang tidak teratur. Sumber air yang digunakan di sini juga mengandung kuman kolera dan tipus gara-gara kondisi saluran air yang buruk. Belum lagi ancaman AIDS serta absennya pemerintah dalam menangani fasilitas medis. Keadaan bertambah buruk dengan kebiasaan masyarakat di sini menenggak minuman keras yang disebut changaa.

Dengan angka pengangguran yang tinggi dan kebiasaan mabuk membuat kriminalitas di sini tinggi. Obat-obatan terlarang yang murah pun mudah didapatkan, bahkan ada pula kebiasaan menghirup uap lem (glue) untuk mabuk. Kehamilan yang tidak diharapkan pun sering terjadi dan membuat angka aborsi yang tinggi pula. Jadi, jangan pernah mampir ke sini!



4. Linfen, China
Berlokasi tepat di jantung kota Shanxi, provinsi di China yang merupakan pusat pertambangan batu bara dan merupakan salah satu kota yang tingkat polusinya paling tinggi di dunia. Udara di kota ini dipenuhi dengan debu dan asap yang sudah menghalangi pandangan. Sekitar 3 juta orang yang tinggal di sini tiap hari mengkonsumsi air yang mengandung arsenik, belum lagi dari udara yang mereka hirup yang terpolusi akibat akibat kendaraan bermotor dan gas-gas beracun lainnya. Anda akan langsung mencium aroma yang tidak sedap saat memasuki kota ini akibat banyaknya saluran air yang luber dimana-mana.

Sungai yang mengalir di sisi kotapun dicemari oleh minyak. Tidak heran penduduk di sini yang banyak memanfaatkannya beresiko tinggi terserang kanker. Pepohonan di kota inipun seperti menggambarkan suramnya kota ini. Sepertinya kota ini adalah pilihan kota terakhir di bumi jika Anda hendak mengirim orang atau bahkan pasukan perang ke sini.


5. Kabwe, Zambia
Akumulasi timah dan cadmium di bekas koloni Inggris ini sudah tinggi sejak ditemukannya tahun 1902 saat Zambia dikenal sabagai negeri yang kaya timah. Meskipun pertambangan di sini sudah ditutup dan tidak ada lagi operator yang beroperasi, penduduk Kabwe menghadapi ancaman racun timah selama beberapa dekade. Test darah pada anak-anak menunjukkan konsentrasi yang 5 hingga 10 kali lipat dari ambang batas normal. Baru-baru ini saja Bank Dunia menggelontorkan dananya untuk mengatasi ini.



6. Chernobyl, Ukraine
Bicara ancaman polusi dan racun tidak ada yang lebih mengerikan dari kecelakaan reaktor nuklir di Chernobyl yang menyebabkan 5,5 juta orang menghadapi ancaman kanker tiroid. Kecelakaan pada tanggal 26 April 1986 itu mengakibatkan radiasi yang volume dan efeknya 100 kali lebih besar dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Horor terus berlanjut saat ribuan anak Rusia, Ukrania, dan Belarusia yang tinggal di dekatnya tidak bisa menghindar dari radiasi.



7. Dzerzhinsk, Russia
Berlokasi di sisi sungai Oka di Nizhny Novgorod Oblast, Russia, Dzerzhinsk dinamakan demikian dari pemimpin Rusia Feliks Edmundovich Dzerzhinsky. Dari awalnya Dzerzhinsk adalah kota industri kimia dan kemudian dijadikan basis produksi senjata-senjata kimia Rusia. Di sinilah kemudian kota ini menjadi salah satu kota paling tercemar di dunia dengan tingkat kematian yang tinggi.

Di Dzerzhinsk, rata-rata usia hidup laki-laki adalah 42 tahun dan wanita 47 tahun. Angka kematian yang tinggi dibarengi dengan produksi bahan kimia yang tidak pernah berhenti seperti racun dioxins, hydrogen cyanide, mostar timah dan sulfur. Kandungan phenol dan dioxin di perairan Dzerzhinsk melebihi ambang batas normal hingga 17 juta kali lipat.



8. Mogadishu, Somalia
Mogadishu, menjadi saksi atas peperangan selama 17 tahun sejak jatuhnya pemerintahan tahun 1991. Kota ini kemudian menjadi kota paling kacau dan anarkis di dunia. Selama itu pula di kota ini banyak terjadi kerusuhan antar suku yang banyak memakan korban dan juga banyaknya terjadi pemberontakan pada pemerintah menyebabkan kekacauan ini seperti tidak pernah berakhir. Kekacauan ini membuat banyak penduduknya hengkang dan membiarkan faksi militer menguasai pemerintahan. Belakangan ini pemerintah federal yang baru mencoba untuk mengatasinya dan mencoba menerapkan kembali tatanan hukum yang telah lama diinjak-injak. Tapi tetap saja, jangan coba-coba melancong ke sini kecuali ingin merasakan kekacauan maha hebat




sumber
Read more ►
 

Copyright © mari berkarya Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger